Monday, January 23, 2017

My FAmilyyyyyyyy

Hmmmmmmm....Quality Timeeee







SEMUUUUUUU

Bukannya tidak menyambut baik semua proses komunikasi ini, tapi pernahkah kamu memberi setitik harapan kepadaku? Jelas aku sudah memberi umpan langsung, tapi kamu hanya menanggapinya dengan 'hehehe'  dan tidak perlu waktu lama yang membuat keyakinan ku pun semakin bertambah dengan melihat kamu kembali dekat dengan wanita sederhana mu itu,,, dari penampilan aku memang sederhana, tapi sikapku sangat complicated, aku bisa ngomong begitu karena jelas kamu tidak berkomitmen dengan ku, tapi aku mendidih sendiri melihat gelagat kalian (*sepertinya aku yang aneh, bukan kamu, jelas kita tidak pernah janji mau dibawa kemana cerita ini, aku aja yang ke-gedean rasanya, hehehe)... yaaah, beginilah adanya aku.  Aku seorang wanita pencemburu, serius, aku tidak mudah berbagi, jadi maaf aku menjauh, ini demi kebaikan semua,, semoga pilihan kita tepat: kamu dengan dirinya dan diriku dengan prinsipku 'tidak akan pernah membual perasaanku kepada laki-laki yang belum tentu jadi imamku' ... Insya Allah akan indah pada waktunya, sedikit bersabar tidak membawa kerugian untukku, aku yakin dengan janji Allah: jodoh, rezeki, dan maut semua sudah digariskan. Waktunya saja yang masih menjadi misteri bagi semua.  SABARRRR


Attachments area

Monday, July 25, 2016

"SEPET"



Manis jelas
Asam jelas
Pahit apalagi
Sepet yang mendua, susah dijabarkan rasanya


Kamu, ya Kamu
Mengenalmu rasanya sepet, tidak jelas, mengambang
Kenapa?
Ketika kamu ku tanyakan, kamu ingin masuk ke kategori mana dalam hidupku? Sekedar tahu? Kenal? Sangat Kenal? Atau tidak dikenal sama sekali?
Kamu hanya diam, bingung,  dan ragu untuk memilih


Berbesar hati adalah obat untuk rasa “sepet” ku ini
Hijrah juga adalah obat untuk rasa “sepet” ku ini
Aku hanya perlu berani, doa, dan usaha perbaikan diri
Insya Allah nanti akan ada rasa “manis” yang menanti
Seseorang yang tanpa ragu menjawab kategori ku
Seseorang yang siap menantangku dan menggenggam tanganku untuk bersama-sama berhijrah menuju jannah-NYa, 

Amiin ya Allah, Amiin Allahumma Amiin


Bireuen, 25 July 2016, 18.15 wib
Hikmah makan buah Jamblang 

Wednesday, July 20, 2016

1/4 Abad + 1 tahun = 26 TAHUN













Minggu, 01 juli 1990 – Jumat, 1 Juli 2016 (25 Ramadhan 1437 H).

Tepat melewati 1 tahun + 1/4 abad.

Friday, June 10, 2016

Al Awwalu Jumuah Barakah fi Syahri Ramadhan 1437 H/ Juni 2016 M





يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ(183)

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,(Q.S Al- Baqarah, 183)

                     Alhamdulillah masih diberi kesempatan oleh Sang Maha Rahman, Maha Rahim untuk mencicipi bulan yang penuh berkah ini. Bulan di mana 10 hari pertama terkandung rahmat, 10 hari kedua Maghfirah (pengampunan), dan 10 hari ke tiga ‘itqun minan-nar (dibebaskan dari api neraka). Bulan yang seharusnya setiap umat mensyukuri masih dapat melalui 30 hari sebelum mencapai bulan Syawal. Bulan dimana setiap umat manusia menjadi pengendali bagi hawa nafsunya sendiri. Bulan dimana dengungan kalam Allah di setiap sudut bumi dilantunkan. Bulan di mana rasa keterikatan batin dengan rumah Allah seharusnya semakin dieratkan. Bulan dimana 10 malam-malam terakhir disemikan dengan bersimpuh kepada-Nya.

                     Bagi saya pribadi, bulan ini double hikmah. Hikmahnya tidak jauh-jauh dengan “waktu”. Hikmah waktu pertama: Alhamdulillah saya masih dianugerahi waktu untuk bisa saya manfaatkan bulan yang penuh berkah ini (semoga bulan ramadhan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya, amiiin ya Allah). Hikmah yang ke dua: ramadhan tahun ini bertepatan dengan menjelangnya bertambah umur (meskipun di bulan juli nantinya, tepat tanggal 1), banyak harapan dan asa yang ingin saya capai (berusaha dan bermohon kepada sang Mujibud-du’a dengan memanfaatkan keampuhan bulan yang sudah dijamin berkah ini); ketetapan hati dalam iman dan islam, senantiasa bersyukur dan mengingat sang Khaliq (Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika ya Allah), kesabaran dalam menanti iman yang senantiasa harus dipupuk (rabbi hablii min ladunka zaujan thayyiban wa yakuunu shahiban lii fid dunya wal aakhirah, amiin allahumma amiin), rasa iri, dengki, dan hati yang condong kepada dunia yang harus dibasmi (Allahumma Laa taj’alid dunya Akbara hamminaa, aminn ya Allah), serta memohon agar senantiasa diberi kesehatan dan kemampuan untuk membahagiakan ke dua orang tua (Allahummaghfirlii dzunuubii wa liwalidayya war hamhumaa kamaa rabbayannii shaghiraa). Hanya kepada Allah lah tempat mengadu, meminta, memohon, mengiba, dan berserah diri. Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir. Ud’unii astajibu lakum. Semoga dipertemukan dengan ramadhan tahun depan. Amiin, Amiin, Amiin


Bireuen, Jumuah Barakah (Jumat pertama), 10 juni 2016, 05 Ramadhan 1437 H

Siti Sarayulis Binti Tgk. Hasanuddin Bin Tgk. H. Usman 

Wednesday, November 18, 2015

REHAT




 
Mengistirahatkan pikiran dari segala aktifitas, tetapi tetap melakukan hal-hal positif memang perlu. Istilah kerennya, refreshing. 1 hari istirahat untuk menghasilkan sesuatu yang produktif selama 6 hari berikutnya.
Waktu terus berjalan, umur terus bertambah, jenuh mulai mewabah. Disinilah waktunya rehat dari segala aktifitas yang sudah mulai mengembat waktu pribadi. Mungkinkah itu?
Mungkin saja, jika kita bersedia menyediakan waktu. Tidak mungkin, jika kita terus melarutkan diri dalam aktifitas yang tiada henti. Ingin rasanya mengarahkan hati kembali untuk selalu focus dan konsentrasi kepada-Nya, seperti dulu, dimana semuanya tersusun, tersruktur, dan terarah.
Kini semua berbeda, rasa malas sudah mulai menggerogoti badan yang sudah memasuki usia 25. Kembali lagi, perubahan tidak mungkin terjadi, kalau kita tidak mau berusaha dari sekarang, berusaha membunuh rasa itu, Si malas yang hari ke hari semakin beringas untuk membunuh si rajin.
Si rajin juga akan kembali menggeliat, jika kita senantiasa berusaha mengingat sang Khalik di sela-sela aktifitas, sang pencipta, sang Maha Bijaksana, sang Maha Kaya, sang Maha Pengasih, sang Maha Penyayang. Hanya kepada-Nya lah kita memohon ampunan dari kelengahan dan senantiasa meminta perlindungan-Nya di setiap langkah yang kita tempuh setiap harinya. Semoga amal ibadah kita tidak sia-sia. Amin ya rabbal ‘aalamiin. (*__*)

         

Saturday, October 17, 2015

Dag----Dig----Dug





Minggu yang menegangkan. Pertemuan pertama dengan wali murid di kelas baru. Wajah baru, suasana baru, pertanyaan baru, dan berbagai macam hal lainnya yang tidak terduga. Rambut boleh sama  hitam, tapi dijamin setiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda. Bapak A menanyakan ini, Ibu B menanyakan itu, yang intinya semua harus dijawab dan disanggah dengan tepat tanpa menyinggung orang tua. Guru juga harus maklum, setiap orang tua pasti menaruh harapan yang tinggi kepada anak-anaknya, jadi sebisa mungkin menciptakan suasana yang akrab, sehingga terjalin hubungan yang baik antara orang tua dan guru.

Meskipun begitu, PERUBAHAN pada si anak merupakan tujuan kedua belah pihak; apapun yang selama ini telah dilaksanakan dengan sempurna oleh si anak, semoga bisa menjadi sesuatu yang terus dipertahankan oleh si anak, sebaliknya apapun yang patut diubah pada si anak, seharusnya menjadi catatan bagi guru dan PR bagi orang tua untuk bersama mengubah anak didiknya menjadi lebih baik.