I have a big family.
My parent's name is H.Hasanuddin H. Usman and Hj. Ainol Mardhiah. I have 3 brothers and 5
sisters. 3 of 5 my sisters and all of my brothers already married. The first is my sister. Her name is Siti Aminah. She has married with
Tgk. Ibrahim Abdul Aziz. They have 4 children; 2 boys and 2 daughters. The second is my brother. His name is Baihaqi. He has married with
Nidar wati. They have 2 children. Both of them are boys. The third is my brother. His name is Musthafa Kamal. He has married
with Ti Sara. They have 4 children; 3 daughters and a boy. The fourth is my brother. He has married with
Kasma Wati. They have just married, so they
have no child yet. The fifth and the
sixth are my twin sisters. Both of them
only have one daughter. The seventh and the eighth are not marry yet. Finally,
I am the last child who has the big opportunity to do my best for creating a better
life.
Monday, January 23, 2017
SEMUUUUUUU
Bukannya tidak menyambut baik semua proses komunikasi ini, tapi pernahkah kamu memberi setitik harapan kepadaku? Jelas aku sudah memberi umpan langsung, tapi kamu hanya menanggapinya dengan 'hehehe' dan tidak perlu waktu lama yang membuat keyakinan ku pun semakin bertambah dengan melihat kamu kembali dekat dengan wanita sederhana mu itu,,, dari penampilan aku memang sederhana, tapi sikapku sangat complicated, aku bisa ngomong begitu karena jelas kamu tidak berkomitmen dengan ku, tapi aku mendidih sendiri melihat gelagat kalian (*sepertinya aku yang aneh, bukan kamu, jelas kita tidak pernah janji mau dibawa kemana cerita ini, aku aja yang ke-gedean rasanya, hehehe)... yaaah, beginilah adanya aku. Aku seorang wanita pencemburu, serius, aku tidak mudah berbagi, jadi maaf aku menjauh, ini demi kebaikan semua,, semoga pilihan kita tepat: kamu dengan dirinya dan diriku dengan prinsipku 'tidak akan pernah membual perasaanku kepada laki-laki yang belum tentu jadi imamku' ... Insya Allah akan indah pada waktunya, sedikit bersabar tidak membawa kerugian untukku, aku yakin dengan janji Allah: jodoh, rezeki, dan maut semua sudah digariskan. Waktunya saja yang masih menjadi misteri bagi semua. SABARRRR
Attachments area
Monday, July 25, 2016
"SEPET"
Manis jelas
Asam jelas
Pahit apalagi
Pahit apalagi
Sepet yang mendua, susah dijabarkan
rasanya
Kamu, ya Kamu
Mengenalmu rasanya sepet, tidak
jelas, mengambang
Kenapa?
Ketika kamu ku tanyakan, kamu ingin
masuk ke kategori mana dalam hidupku? Sekedar tahu? Kenal? Sangat Kenal? Atau tidak dikenal sama sekali?
Kamu hanya diam, bingung, dan ragu untuk memilih
Berbesar hati adalah obat untuk rasa
“sepet” ku ini
Hijrah juga adalah obat untuk rasa “sepet”
ku ini
Aku hanya perlu berani, doa, dan
usaha perbaikan diri
Insya Allah nanti akan ada rasa “manis”
yang menanti
Seseorang yang tanpa ragu menjawab
kategori ku
Seseorang yang siap menantangku dan menggenggam tanganku untuk bersama-sama berhijrah menuju jannah-NYa,
Amiin ya Allah, Amiin Allahumma Amiin
Bireuen, 25 July 2016, 18.15 wib
Hikmah makan buah Jamblang
Amiin ya Allah, Amiin Allahumma Amiin
Bireuen, 25 July 2016, 18.15 wib
Hikmah makan buah Jamblang
Wednesday, July 20, 2016
Friday, June 10, 2016
Al Awwalu Jumuah Barakah fi Syahri Ramadhan 1437 H/ Juni 2016 M
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ
ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ
قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ(183)
Hai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu bertakwa,(Q.S Al- Baqarah, 183)
Alhamdulillah masih diberi
kesempatan oleh Sang Maha Rahman, Maha Rahim untuk mencicipi bulan yang penuh
berkah ini. Bulan di mana 10 hari pertama terkandung rahmat, 10 hari kedua
Maghfirah (pengampunan), dan 10 hari ke tiga ‘itqun minan-nar (dibebaskan dari
api neraka). Bulan yang seharusnya setiap umat mensyukuri masih dapat melalui
30 hari sebelum mencapai bulan Syawal. Bulan dimana setiap umat manusia menjadi
pengendali bagi hawa nafsunya sendiri. Bulan dimana dengungan kalam Allah di
setiap sudut bumi dilantunkan. Bulan di mana rasa keterikatan batin dengan rumah
Allah seharusnya semakin dieratkan. Bulan dimana 10 malam-malam terakhir disemikan
dengan bersimpuh kepada-Nya.
Bagi saya pribadi, bulan
ini double hikmah. Hikmahnya tidak jauh-jauh dengan “waktu”. Hikmah waktu pertama:
Alhamdulillah saya masih dianugerahi waktu untuk bisa saya manfaatkan bulan
yang penuh berkah ini (semoga bulan ramadhan tahun ini lebih baik daripada
tahun sebelumnya, amiiin ya Allah). Hikmah yang ke dua: ramadhan tahun ini
bertepatan dengan menjelangnya bertambah umur (meskipun di bulan juli nantinya,
tepat tanggal 1), banyak harapan dan asa yang ingin saya capai (berusaha dan
bermohon kepada sang Mujibud-du’a dengan memanfaatkan keampuhan bulan yang
sudah dijamin berkah ini); ketetapan hati dalam iman dan islam, senantiasa
bersyukur dan mengingat sang Khaliq (Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa
syukrika wa husni ‘ibaadatika ya Allah), kesabaran dalam menanti iman yang
senantiasa harus dipupuk (rabbi hablii min ladunka zaujan thayyiban wa yakuunu
shahiban lii fid dunya wal aakhirah, amiin allahumma amiin), rasa iri, dengki,
dan hati yang condong kepada dunia yang harus dibasmi (Allahumma Laa taj’alid
dunya Akbara hamminaa, aminn ya Allah), serta memohon agar senantiasa diberi
kesehatan dan kemampuan untuk membahagiakan ke dua orang tua (Allahummaghfirlii
dzunuubii wa liwalidayya war hamhumaa kamaa rabbayannii shaghiraa). Hanya
kepada Allah lah tempat mengadu, meminta, memohon, mengiba, dan berserah diri.
Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir. Ud’unii astajibu
lakum. Semoga dipertemukan dengan ramadhan tahun depan. Amiin, Amiin, Amiin
Bireuen,
Jumuah Barakah (Jumat pertama), 10 juni 2016, 05 Ramadhan 1437 H
Siti
Sarayulis Binti Tgk. Hasanuddin Bin Tgk. H. Usman
Wednesday, November 18, 2015
REHAT
Mengistirahatkan pikiran dari segala
aktifitas, tetapi tetap melakukan hal-hal positif memang perlu. Istilah kerennya,
refreshing. 1 hari istirahat untuk menghasilkan sesuatu yang produktif selama 6
hari berikutnya.
Waktu terus
berjalan, umur terus bertambah, jenuh mulai mewabah. Disinilah waktunya rehat
dari segala aktifitas yang sudah mulai mengembat waktu pribadi. Mungkinkah itu?
Mungkin saja,
jika kita bersedia menyediakan waktu. Tidak mungkin, jika kita terus melarutkan
diri dalam aktifitas yang tiada henti. Ingin rasanya mengarahkan hati kembali
untuk selalu focus dan konsentrasi kepada-Nya, seperti dulu, dimana semuanya
tersusun, tersruktur, dan terarah.
Kini semua
berbeda, rasa malas sudah mulai menggerogoti badan yang sudah memasuki usia 25.
Kembali lagi, perubahan tidak mungkin terjadi, kalau kita tidak mau berusaha
dari sekarang, berusaha membunuh rasa itu, Si malas yang hari ke hari semakin
beringas untuk membunuh si rajin.
Si rajin
juga akan kembali menggeliat, jika kita senantiasa berusaha mengingat sang
Khalik di sela-sela aktifitas, sang pencipta, sang Maha Bijaksana, sang Maha
Kaya, sang Maha Pengasih, sang Maha Penyayang. Hanya kepada-Nya lah kita
memohon ampunan dari kelengahan dan senantiasa meminta perlindungan-Nya di
setiap langkah yang kita tempuh setiap harinya. Semoga amal ibadah kita tidak
sia-sia. Amin ya rabbal ‘aalamiin. (*__*)
Subscribe to:
Posts (Atom)







